Buku-buku dan secangkir kopi beraroma hazelnut mengingatkanku pada bandara. Padamu yang baru tiba setelah tiga setengah jam mengawang di udara —

Tiga setengah jam yang akhirnya kautempuh setelah setahun berlalu. Di bandara, kita hanya memandang, mencoba mengenali sosok dari jauh —

Mengenali rindu yang tiba-tiba jadi teduh. Yang tak memaksa satu pun dari kita memeluk lebih dulu. Hingga salah satu dari kita berujar, dingin —

Dan salah satu dari kita memilihkan minuman, kopi beraroma hazelnut dalam cangkir kertas. Kita membeli satu, berbagi nafas di atasnya —

Kotamu masih saja panas dan tidak ramah, katamu. Menutupi gemas karena meski bukan lagi sepasang kekasih toh kita pernah berjanji memeluk diri —

Kisah-kisah itu lebih muram dari dongeng yang tak diinginkan. Seperti pesanmu tadi, percaya atau tidak kau memberiku kenyamanan —

Kenyamanan yang tak kutemukan di tempat lain. Dari sosok lain. Ya, jawabku selalu, tp rasa nyaman saja tak cukup membuatmu diam di sampingku —

image

22:13

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s