balasan kelima belas


Selamat hari Minggu, Dji dan selamat siang. Saat kamu memberitahuku kemarin adalah suratmu yang terakhir di event #30HariMenulisSuratCinta ini aku sempat terkejut. Pasalnya, membuat dan menulis surat menjadi seperti sesuatu yang wajar. Aku sama sekali lupa kalau urusan surat-menyurat ini harus pula berakhir setelah tiga puluh hari, setelah Februari berakhir. Maka setelah membaca suratmu, aku…

Iklan

melupa sebelum percaya


: Adji Katanya, kita nggak akan pernah belajar kalau tidak dari kesalahan. Kalau tidak dari masa lalu. Misalnya, kamu belajar menulis. Setiap hari menulis. Tulisan-tulisan itu kamu simpan, yang pada awal kamu menulis tentu tulisan itu tidak sebagus sekarang setelah kamu pandai menulis. Kamu belajar karna kamu tidak membuang tulisan-tulisan lamamu yang buruk. Aku bukannya…

tentang mimpi-mimpi


: Adji Aku pernah membayangkan, aku mengurus kuliahku yang terlantar, berhenti bekerja lalu pergi, menetap di Bali. Persisnya di Tabanan. Ada abang di sana, kupikir aku bisa minta bantuannya untuk mencarikan tempat tinggal. Di sana, aku bisa mengajar sesuai dengan bidang jurusanku. Abang pernah cerita di daerah tempat tinggalnya tidak terlalu ramai. Tempat itu pasti…

Doakan


Selamat pagi, Dji. Tangerang rasanya dingin sekali pagi ini, hujan turun sejak pukul empat pagi dan masih berlangsung ketika aku menuliskan surat ini pukul delapan lewat empat belas menit. Air mulai menggenang di jalanan depan rumah-rumah kami bahkan rumah bibiku, di ujung jalan sudah lebih dulu dimasuki air. Di rumahku sendiri hanya sebatas teras. Tidak…

Mematahkan Mitos


: Adji Akhirnya, kamu mengatakan itu πŸ™‚ Sebab aku pun merasa bahwa hampir setengah Februari ini kita berputar-putar di 'kegelapan' dan kita memulainya dari kenangan. Hahaha. Tetapi, cukuplah bagi kita untuk paham dan tak lagi larut di dalamnya. Kita pembelajar yang baik, aku yakin. Jadi kita bisa mematahkan mitos yang burul itu. Aku memiliki rencana…

Tentang Hati yang Kemudian Patah


: Adji Hari ini mendung dan tidak tepat rasanya membicarakan tentang hati yang terluka, perasaan kecewa disia-siakan apalagi diabaikan. Tak ada yang istimewa dari itu bukan? Semua orang mengalaminya. Telan saja itu bulat-bulat. Apa aku terdengar sinis, Dji? Faktanya, meski semua orang mengalami proses patah hati yang sama toh efeknya berbeda-beda. Kamu nggak bisa membandingkan…


Selamat sore, Adji Saat ini, belum genap pukul tiga dan Tangerang sedang sangat panas-panasnya. Betapa ajaibnya manusia. Ketika hujan, mengeluh dingin, mengeluh basah, mengeluh banjir, mengeluh ini-itu. Ketika hari panas mengeluh gerah, mengeluh terik, mengeluh ini-itu. Kita semua egois pada alam. Aku tak punya agenda macam-macam hari Minggu ini, hanya menyampul beberapa bukuku dengan plastik…

Di Hari yang Merah Mari Kita Berdoa


: Adji Suratmu membuat soreku jadi penuh tawa. Benar kan? Betapapun perjalanan itu menyenangkan πŸ™‚ Baru tadi pagi aku tahu bahwa gunung Kelud yang statusnya terus berubah akhirnya meletus. Ibu Pertiwi kita tercinta ini mungkin sedang diuji. Seberapa tabah kita. Tapi bisa jadi, ini adalah cara alam menyeimbangkan kehidupan. Seperti hati kita? Barangkali Jeda diperlukan…

Kabar Untuk Hati Kita


Ada apa denganmu? Suratmu terasa tak bersemangat. Aku tak merasakan emosi apa-apa di sana. Pikiranmu terganggu dia yang akhirnya pergi itu? Kemarin ada sebuah tweet yang aku lihat, isinya kira-kira begini; kalau kita sibuk mengurus orang lain, kita tidak akan punya waktu untuk mengurus diri sendiri. Menurutku itu benar. Ada satu waktu di mana hidupku…