Aku tidak setuju dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi pada Nina, aku benar-benar jatuh cinta ketika pertama kali ia datang ke sekolah. Gadis kecil itu tampak mungil dan rapuh. Membuatku harus menemaninya ke manapun ia pergi.

Iklan

Balada di Kedai Es Krim


Sudah pukul setengah sepuluh malam. Kedai es krim di pusat kota itu masih ramai. Derit kursi, suara pengamen, denting mesin kasir, kipas angin, serta obrolan-obrolan yang terlempar dari meja demi meja. Es krim yang dingin. Ruangan yang hangat. Suasana yang bebas dikecap siapa saja yang hadir di dalam kedai.

Musim Hitam


Namun lebih sering lagi, minuman itu mendingin tanpa sempat disesapnya. Laura lebih sering memandang jalanan di bawah. Atau menjulurkan tangannya, menangkap butir-butir hujan. November, musim penghujan paling sarat.

Sebuah Fragmen : Kisah Angin dan Daun


Seperti apapun angin, entah ia yang mengembara atau ia yang semilir bahkan ia membadai pun, daun tak bisa melepaskan takdirnya untuk menghindari Sang Angin. Bisa saja, daunlah yang berseru-seru memanggil Sang Angin. Walau sebenarnya ia tahu, angin akan berlalu, angin akan meninggalkannya, angin akan menggugurkannya. Namun daun, seolah tak mau tahu.