Lagu dan Cerita yang Mengiringnya #3


Be your number one Be your everything I can take so much Human - Christina Perri Perasaanku sedang tidak baik ketika aku menulis. Maka sembari bekerja, aku memutar lagu-lagu akustik di pc-ku. Human terputar di nomor kedua. Aku tidak begitu mengikuti lagu-lagu baru. Aku jarang mendengarkan radio atau sesuatu yang membuatku update dengan hal-hal seperti…

Iklan

Aku tidak setuju dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi pada Nina, aku benar-benar jatuh cinta ketika pertama kali ia datang ke sekolah. Gadis kecil itu tampak mungil dan rapuh. Membuatku harus menemaninya ke manapun ia pergi.

Pria di Luar Sana


Ada seorang pria di luar sana, yang sedang mengangumi ruang angkasa, Andromeda, blackhole yang menginginkan armor sebesar tubuh untuk bisa dipakai. Seorang pria yang membuatku jatuh cinta, selalu. Ada seorang pria di luar sana, yang menyimpan kemeja-kemeja, album foto, kartu ucapan dijadikannya harta karun yang akan mendulang air mata ketika ia melihatnya. Ia tahu, tapi…

Sepuluh Tahun Mendatang


Aku selalu menginginkan memiliki sebuah rumah. Rumah milikku sendiri. Yang akan kuisi dengan barang-barang yang kuinginkan. Dapur yang tak berjejal barang-barang. Sebuah meja makan dua kursi. Sebuah rumah yang memiliki lemari-lemari buku. Rak gantung dengan tanaman kaktus sebagai hiasan. Sebuah rumah ternyaman untuk pulang. Aku yakin, entah lima atau sepuluh tahun ke depan aku akan…

Di Antara Semua Orang


I Di antara semua orang, aku bukanlah siapa-siapa karena itu kau bisa meninggalkanku kapan saja juga datang kapan saja. Di antara semua orang, cintaku padamu bukanlah apa-apa sebab tak punya banyak bilangan waktu yang merupa kenang pun tak cukup manis untuk meruap menjadi sajak. Tapi di antara semua orang yang meninggalkanmu, Aku satu-satunya yang bertahan…

Kamisan #10 Seasson 3: Pesan Dinding


"Sampai kapan, kau akan berdiri di situ dan terluka?" Anak itu, alih-alih mengalihkan pandangan dari grafiti di dinding kepadaku ia malah menunduk dan mengepalkan tangan. Ia marah, kukira. Kutarik tangannya sebelum ia berlalu pergi, "Kau bukan bantalan jarum, berhenti sedia terluka seperti itu," kataku ∞ "Perasaan manusia itu aneh ya? Cepat sekali menjadi asing. Terpisah…

Kamisan #13 Seasson 3: Lelaki dan Jendela


Saat pertama kali datang, tak ada hal lain yang ingin aku lihat selain jendela kamar ini. Kau tahu, Kina? Aku bahkan tak menghiraukan para pekerja yang menurunkan barang-barangku dan bertanya ingin diletakkan di mana kardus-kardus itu. Aku sama sekali tak peduli, toh barang bawaanku tak banyak. Mereka bisa meletakannya di mana saja. Rumah ini luas.…

Kamisan #12 Seasson 3: Seorang Pria yang Mencoba Mabuk untuk Melupakan Hatinya yang Patah


Barangkali kepongahan dan luasnya kota inilah yang menjadikan orang-orang sepertiku melankolis ketika menatap senja dari ketinggian salah satu gedung pencakar langit di tengah kota. Semburat senja yang membuat orang-orang sepertiku tertusuk jarum-jarum sepi kasat mata yang pengaruhnya laten namun terasa begitu pengap di dada. Ya. Dadaku. Yang belum lama ini, cinta, yang pernah mengisi seluruh…

Kamisan #11 Seasson 3: Athalla


Harusnya pohon-pohon itu tak tumbuh melebihi luas ruangan. Biasanya begitu. Entah bagaimana kali ini, batang-batang pohon itu tak hendak berhenti tumbuh. Mereka terus naik, menembus atap. Aku memanggil-manggil nama Athalla. Memasang telinga berharap menangkap suaranya. Tetapi tak ada. Athalla menghilang bersama sulur-sulur kembang sepatu yang tumbuh jauh menembus langit.

Kamisan #9 Seasson 3: Alang


Juni. Ketika angin bermain-main menelisik lembaran daun-daun. Hari-hari ketika kemarau dan penghujan sedang mesra-mesranya. Manusia menyebutnya pancaroba. Pada masa musim masih memiliki waktu. Pada masa seperti itulah, hampir setiap petang aku dan teman-temanku mengarak layangan ke tanah lapang. Hampir semua anak lelaki. Tetapi ada juga, satu dua anak perempuan yang seperti lelaki. Ikut aku dan…